6 Kesalahan Umum dalam Mengelola Website Hotel

mengelola website hotel

Kesan pertama adalah segalanya. Setelah mengutamakan pelayanan, hotel harus memperhatikan infrastruktur yang dimiliki. Bahkan ketika mengelola website hotel, beberapa hotel berpikir bahwa infrastruktur adalah segalanya. Di tengah industri perhotelan saat ini yang saling bersaing untuk memiliki konsep hotel inovatif yang paling diinginkan oleh konsumen, infrastruktur merupakan elemen yang vital. Hal ini disebabkan oleh berkembangnya berbagai jenis konsumen dengan kepribadian dan kebutuhan yang berbeda-beda. Konsumen menilai kepribadian sebuah hotel dari infrastruktur yang ada. Infrastruktur merupakan unsur yang pertama kali muncul di benak konsumen ketika mereka menilai apakah hotel tersebut cocok untuk mereka.

Namun apakah Anda mengetahui bahwa yang menentukan tertarik atau tidaknya konsumen dalam memilih hotel untuk pertama kali, bukanlah infrastruktur atau pelayanan?

Konsumen memilih hotel berdasarkan pengalaman mereka ketika bersinggungan dengan hotel Anda untuk pertama kali. Baik itu pengaruh dari rekomendasi teman, iklan yang telah mereka lihat sebelumnya, maupun situs review. Hal terpenting yang biasanya sering terlupakan dalam mengelola website hotel adalah bagaimana cara Anda menyuguhkan hotel Anda di website.

Mengelola website hotel memang tidak mudah

mengelola website hotel

Banyak yang berpendapat bahwa kesan yang Anda tampilkan di internet tidak berpengaruh terhadap kesan yang dirasakan langsung di dunia nyata. Dalam hal ini konteksnya adalah bahwa website hotel Anda tidak akan memengaruhi bagaimana konsumen melihat hotel Anda. Ini adalah bagian yang seringkali luput dari perhatian. Layaknya manusia, website hotel Anda merupakan persona hotel Anda di internet. Merupakan keharusan untuk membuatnya menarik, informatif, dan menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Bagaimana konsumen dapat mengetahui bahwa hotel Anda menawarkan servis yang baik, atau konsep unik, jika mereka tidak tertarik dari awal? Saat ini smartphone merupakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan dari masyarakat modern. Untuk itu, mencuri start di awal merupakan hal yang penting dalam mengambil hati konsumen. Dengan mengelola website hotel Anda secara maksimal, Anda telah selangkah lebih maju dalam memikat hati konsumen. Kesan pertama yang diberikan secara kurang tepat dapat menyebabkan Anda kehilangan calon konsumen potensial Anda.

Lalu Kesalahan Apa Saja yang Bisa Anda Hindari?

Jadi apa saja kesalahan-kesalahan tersebut? Berikut ini Caption mengidentifikasi 6 kesalahan umum dalam mengelola website hotel yang sering dilakukan. Semoga Anda tidak perlu melakukan kesalahan serupa.

1. Website yang lambat

Apa yang akan terjadi jika seseorang mencoba memuat sebuah halaman web, dan mendapat respon yang lama? Mereka tidak akan melanjutkan. Kurangi masalah yang sekiranya akan dihadapi oleh konsumen ketika mengunjungi website hotel Anda. Website yang lambat harus dihindari.

Umumnya orang-orang menghabiskan waktu hingga maksimal 4 detik untuk menunggu sebuah halaman web merespon.

Pemilihan ukuran foto yang akan diunggah juga harus Anda perhatikan. Ukuran foto memiliki peran yang sangat besar dalam membuat website Anda semakin lambat atau semakin cepat. Ukuran foto harus dipadatkan sebelum diunggah karena jika terlalu besar akan membuat halaman semakin lambat untuk merespon. Kesalahan umum yang sering ditemui dalam mengelola website hotel adalah hoteliers seringkali mengambil foto dari banyak sisi dari sebuah ruangan. Anda tidak perlu mengunggah terlalu banyak foto untuk sebuah ruangan. Ini akan membuat halaman web Anda semakin lambat untuk dimuat.

2. User Interface yang buruk

Konsumen senang jika mereka dimengerti. Untuk dapat memahami konsumen, kita harus dapat mengerti apa yang diinginkan oleh konsumen dan bagaimana menyampaikannya. Konsumen modern saat ini menyukai website yang simpel, jelas dan mudah untuk dinavigasi. Pengalaman yang Anda suguhkan di website hotel Anda akan menentukan bagaimana konsumen melihat hotel Anda. Anda mungkin saja memiliki hotel yang unik, memiliki fasilitas yang lengkap, dan menawarkan personalisasi hotel paling baik.

Namun interface yang disuguhkan oleh website Anda akan menentukan seberapa lama konsumen akan bertahan di website Anda dan mengeksplorasi informasi yang diberikan.

Kunci utama nya adalah untuk membuat nya tetap minimal namun tetap informatif. Semakin simpel, semakin baik. Buatlah interface yang baik dan nyaman, tidak hanya untuk navigasi, melainkan juga untuk keindahan. Diskusikan hal ini dengan web dan content developer Anda dalam membuat website yang simpel namun tetap informatif. Coba untuk mengubah ikon, tombol navigasi, grafik, efek serta alur interface.

3. Informasi yang tidak jelas

Memberikan terlalu banyak informasi atau terlalu sedikit informasi, keduanya sama-sama membuat konsumen bingung. Berikanlah informasi yang jelas dari setiap deskripsi yang Anda berikan. Simpel bukan berarti Anda harus menghilangkan informasi penting yang hotel Anda miliki. Konsumen biasanya langsung mencari informasi inti yang akan mereka gunakan untuk dibandingkan dengan hotel lain. Ketika banyak hoteliers yang memberikan informasi yang terlalu mendetail mengenai hotel mereka, Anda tidak perlu menirunya. Anda cukup menunjukkan informasi inti yang penting. Selalu ingat bahwa konsumen mencari apa yang mereka inginkan dan butuhkan dengan penjelasan yang sederhana.

4. Tidak menunjukkan apa yang hotel Anda tawarkan

Jika Anda disuruh memilih, antara menonton film di bisokop atau di layar handphone Anda, mana yang Anda pilih? Yang mana yang akan memberikan pengalaman lebih nyata? Tentu Anda akan memilih bioskop. Sama halnya dengan website hotel Anda. Bagaiamana konsumen mengetahui seberapa bagus hotel Anda, jika apa yang mereka temui adalah foto kecil dengan kualitas yang buruk?

Salah satu kesalahan umum dalam mengelola website hotel adalah tidak menunjukan visual yang baik mengenai hotel Anda. Namun, jangan berlebihan.

Anda mungkin saja mengambil foto dari sudut yang tepat, menggunakan kamera yang canggih sehingga kamar Anda terlihat lebih besar. Ketika ekspektasi tamu tidak terpenuhi, maka mereka tidak akan kembali lagi. Seringkali konsumen akan memberikan review yang buruk. Ini akan membuat hotel Anda menjadi semakin tidak diinginkan oleh konsumen.

5. Tidak terpercaya

Apakah hotel Anda memiliki review yang baik? Jika iya, apakah calon konsumen mengetahuinya? Hoteliers seringkali melupakan hal ini. Review yang diberikan tamu mengenai hotel Anda, memiliki pengaruh yang besar. Seringkali review dijadikan konsumen sebagai sumber pertimbangan utama dalam memilih dan memesan hotel. Penting untuk menyertakan review hotel yang Anda dapatkan melalui review sites di website hotel Anda. Selain itu Anda juga dapat menaruh testimoni yang Anda dapatkan dari tamu-tamu Anda secara langsung. Taruh testimoni-testimoni positif dalam website Anda. Terlepas dari hal itu, dengarkan dengan seksama komentar-komentar baik positif atau negatif dari tamu. Komentar, saran dan kritik mereka membuka kesempatan bagi hotel Anda untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

6. Panduan direct booking yang tidak jelas

Jika konsumen berada dalam tahap dimana mereka tertarik dengan hotel Anda namun tidak melanjutkan untuk memesan, ini adalah kesalahan Anda. Kesalahan umum dalam pemesanan yang biasanya ditemui oleh hoteliers adalah, mereka tidak memberikan informasi yang jelas mengenai bagaimana cara konsumen melakukan direct booking. Meskipun banyak wisatawan modern saat ini yang memesan kamar melalui online travel agents, sebagian dari mereka masih menggunakan media tradisional. Jangan sulit untuk dihubungi melalui telepon. Jadilah responsif dan cari orang-orang yang siap menjawab telepon 24/7. Jika Anda tidak dapat melakukannya, setidaknya tindaklanjuti secara langsung pemesanan yang telah mereka lakukan sebelumnya. Penting untuk memberikan konfirmasi e-mail yang tanggap setelah konsumen melakukan pemesanan. Semakin lama Anda membuat mereka menunggu, semakin besar kemungkinan mereka akan mencari hotel yang lain.

 Lalu, apa langkah selanjutnya?

Perjalanan konsumen sudah dimulai jauh sebelum mereka menginjakkan kaki di hotel Anda.  Tidak sulit untuk mengelola website hotel. Itulah sebabnya banyak hoteliers yang saat ini menggunakan sistem yang terintegerasi dalam mengelola website hotel mereka. Kebanyakan dari hoteliers menggunakan jasa dari Konsultan IT untuk menyatukan website hotel mereka dengan sarana pemesanan hotel yang terintegerasi. Konsultan di bidang IT untuk solusi web ini biasanya merancang pengalaman bagi konsumen yang lebih terpersonalisasi. Dengan sistem ini, banyak hotel yang terbantu untuk menghubungkan keinginan dan permintaan konsumen modern masa kini.

Sistem mereka yang terintegerasi seperti online booking engine, Point of Sales, Channel Management System, Central Reservation System telah digunakan secara luas dan digunakan untuk mengelola hotel dengan mudah.

Konsumen tidak selalu mengerti apa yang kita pikirkan. Kita harus melihat dari sudut pandang konsumen. Anda mungkin ingin memeriksa website hotel Anda sekali lagi. Apakah konsumen potensial benar-benar mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Apakah website yang merepresentasikan hotel Anda cocok dengan target konsumen potensial. Atau bagaimana sekiranya konsumen ingin disambut oleh website Anda. Informasi ini dapat membantu Anda dalam menghindari kesalahan-kesalahan dalam mengelola website hotel. Anda juga dapat mengkaji ulang seberapa besar website Anda telah melayani keinginan dan kebutuhan konsumen potensial hotel Anda.

 

YOU MIGHT ALSO LIKE

1 Comment

Leave A Comment

Your email address will not be published.