Hindari Praktik ‘Greenwashing’ pada Green Hotel Anda dengan Langkah Berikut

green hotel

Beberapa tahun belakangan ini banyak orang yang mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan diri dan juga menjaga lingkungan. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak bermunculan aktivis lingkungan yang menyuarakan akan pentingnya menjaga bumi. Adanya isu global warming membuat banyak aktivis gencar untuk mengajak orang-orang untuk memiliki pemahaman yang mendalam terhadap isu lingkungan. Hal ini juga berdampak pada industri perhotelan. Semakin hari, semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk merasakan pengalaman menginap yang berbeda dari sebelumnya. Mereka semakin tertarik pada hotel yang juga peduli akan lingkungan. Wisatawan yang sadar akan lingkungan biasanya rela untuk membayar lebih untuk dapat merasakan pengalaman berbeda yang ditawarkan oleh green hotel.

Menurut survey tahun 2012 oleh TripAdvisor, hampir 60% dari wisatawan lebih memilih untuk memilih hotel yang eco-friendly. Separuh dari mereka bersedia membayar lebih untuk dapat bermalam di hotel yang memiliki kepedulian yang tinggi akan lingkungan sekitar. Inilah yang membuat banyak hotel mengembangkan apa yang dinamakan green hotel.

Trend ini menjadi dorongan bagi beberapa hotel untuk membuat green hotel dan hotel eco-friendly yang memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dalam mendukung isu tersebut. Ini menjadi ladang yang subur bagi industri perhotelan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tanpa harus bersaing secara ketat seperti sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh green hotel memiliki keunikan tersendiri dan memiliki pangsa pasar sendiri. Namun konsep green living seringkali disalahgunakan oleh adanya praktik greenwashing. Banyak dari hotel yang menamakan dirinya green hotel, tidak benar-benar memenuhi janji mereka dalam membuat hotel yang green dan eco-friendly.

Praktik greenwashing mencemari reputasi dari green hotel yang sebenarnya, yakni green hotel yang benar-benar mengangkat isu sustainability. Pada hakikatnya sustainablity adalah salah satu poin penting yang melatarbelakangi pembuatan green hotel. Dengan adanya greenwashing, tidak hanya tamu hotel yang tertipu, namun ini juga dapat menyebabkan kerugian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,

green hotelMendengar konsep green hotel mungkin terdengar rumit bagi sebagian orang. Namun demikian, Anda sebenarnya bisa mengimplementasikannya dengan mudah di hotel Anda. Jika Anda penasaran dengan konsep ini, berikut Caption memberikan 5 rekomendasi utnuk menghindari praktik greenwashing pada green hotel yang Anda miliki.

1. Definisikan Kembali Sustainability

Jika kita berbicara mengenai green hotel sustainablity, mungkin saja kita akan langsung teringat akan lingkungan. Namun sebenarnya ada banyak definisi dari sustainability, terlebih berkaitan dengan eco-tourism. Sustainablity tidak hanya mengenai kelestarian lingkungan, seperti contohnya adalah fasilitas kamar mandi hotel yang tidak beracun atau berbahaya, ataupuk praktik daur ulang dan komposting. Sustainablity juga berhubungan dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Apakah green hotel Anda telah mendukung kebudayaan dan komunitas lokal ataupun turut memajukan daya tarik lokal? Apakah hotel Anda telah mendistribusikan keuntungan secara bijak? Apakah hotel Anda mempertimbangkan penggunaan energi dan air serta akibatnya terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat sekitar? Apakah hotel Anda menggunakan bahan bangunan yang berasal dari daerah sekitar hotel Anda? Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu hotel Anda dalam mendefinisikan kembali apa itu konsep sustainablity yang seharusnya benar-benar diimplementasikan oleh green hotel.

2. Pengelolaan Limbah dan Konservasi Air

Apakah green hotel yang Anda miliki memiliki perlengkapan kamar mandi yang bebas dari zat-zat berbahaya yang dapat merugikan lingkungan sekitar? Untuk menghindari limbah yang beracun dan berbahaya, sedari awal hotel harus menghindari pembelian dan penggunaan produk yang beracun dan berbahaya. Mungkin harganya memang lebih murah dan banyak hotel yang cenderung lebih memilihnya untuk menekan biaya. Ini yang harus selalu ditekankan pada green hotel, bahwa green hotel memang pada hakikatnya mengurangi bahkan menghilangkan unsur berbahaya yang ada dalam produk mereka. Mengurangi atau bahkan menghilangkan unsur berbahaya pada produk, tentunya akan menghasilkan limbah yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan juga kehidupan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, hotel Anda dapat mengurangi hingga jutaan liter air dengan melakukan konservasi air. Hotel Anda dapat memasang low-flow shower heads (menghabiskan sekitar 6 liter per menit, sedangkan model yang biasa akan menghabiskan 9 liter per menit). Selain itu, hotel Anda juga dapat memasang low-flow sink aerators (menghabiskan 4 liter per menit, sedangkan model yang biasa akan menghabiskan 8 hingga 15 liter per menit). Hotel Anda dapat menghemat hingga 200 juta liter air setiap tahunnya. Dengan melakukan konservasi air, tidak hanya baik untuk lingukngan, namun juga dapat menghemat biaya.

3. Konsep Fair Trade-Off pada Penduduk Lokal

Apakah hotel Anda mempekerjakan masyarakat sekitar? Apakah hotel Anda mendukung pariwisata lokal atau menggunakan bahan material dari daerah sekitar hotel Anda? Fair trade-off adalah salah satu faktor yang membuat hotel Anda sebagai hotel yang benar-benar sustainable. Ini membuktikan bahwa hotel Anda sudah mengimplementasikan konsep eco-tourism. Jika hotel Anda benar-benar mengimplementasi konsep ini maka hotel Anda telah membantu perekonomian penduduk lokal, seperti para petani dan juga keluarga mereka. Tidak hanya akan membuat hidup mereka lebih baik, namun juga hal ini dapat menjadi boomerang yang baik bagi hotel Anda. Review baik terhadap hotel Anda akan meningkat baik dalam situs review maupun media sosial. Rekomendasi mulut-ke-mulut yang positif akan menarik konsumen yang lebih banyak dan tentunya green initiative dapat lebih sering dilakukan dengan dampak yang lebih besar lagi.

4. Berikan Bukti

Beritahu tamu apa yang hotel Anda telah lakukan pada lingkungan sekitar dan warga sekitar tempat hotel Anda berdiri. Berikanlah informasi mengenai pencapaian-pencapaian yang telah hotel Anda dapatkan dalam praktik ‘hijau’. Anda juga dapat mengikutsertakan tamu dalam praktik ‘hijau’ yang telah hotel Anda inisiasi. Anda dapat menunjukan pada tamu bagaimana hotel Anda mengelola penggunaan karbon dan energi, atau bagaimana hotel Anda melakukan konservasi air atau sumber lain. Anda dapat membuat tamu merasakan secara langsung pengalaman dalam berkontribusi terhadap lingkungan sekitar, dan dukungan terhadap komunitas sosial melalui opsi kegiatan yang hotel Anda sediakan. Anda juga dapat menyediakan opsi rental sepeda dan kegiatan yang berbasiskan seni daerah setempat.

5. Bukan hanya Sekedar Jargon

Jika hotel Anda berada di tengah-tengah pemukiman warga yang padat, hotel Anda tidak dapat dikategorikan sebagai green hotel. Hal ini berhubungan dengan resapan air dan akibatnya terhadap sumber air di pemukiman warga. Anda mungkin memang menamakan hotel Anda green hotel, namun pada saat yang bersamaan hotel Anda menyebabkan kerugian terhadap warga sekitar. Beberapa pihak memberikan pemebenaran bahwa hotel mereka mengambil air dari sumber yang lebih dalam dari pemukiman warga. Namun pada akhirnya hal ini akan berdampak kepada sumber air warga cepat atau lambat. Mungkin saja Anda memberikan peringatan kepada tamu seperti “hemat air”, namun Anda tidak dapat menjaminnya dan Anda tidak dapat benar-benar memeriksanya.

Contoh lainnya adalah produk tisu wajah dan tisu toilet. Banyak hotel yang mengakui menggunakan produk hasil recycle dari penggunaan konsumen sebelumnya tanpa bukti. Terkadang hotel memberikan tags seperti “100% berasal dari bahan natural” pada produk kamar mandi/bathroom amenities. Tetapi apakah Anda tahu bahwa banyak bahan yang beracun dan berbahaya yang juga masuk dalam kategori natural karena berasal dari alam? Disitu hotel telah menyampaikan ‘white lies’. Menggunakan jargon seperti organik, eco-friendly, dan natural tanpa benar-benar memberikan produk yang baik untuk kesehatan atau lingkungan, merupakan hal yang harus dihindari. Pada dasarnya tidak ada peraturan dalam penggunaan jargon ‘hijau’ sehingga banyak pihak yang secara bebas menggunakannya. Namun hal ini dapat menjadi boomerang pada hotel Anda, terlebih jika menyampaikan terlalu banyak white lies pada konsumen yang sadar lingkungan.

Kesimpulan

Konsep green hotel tidak selalu dipandang baik karena adanya praktik greenwashing. Banyak orang yang tidak percaya dengan janji yang diberikan oleh green hotel. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang rela melakukan boikot jika mereka menemukan sebuah hotel atau perusahaan yang menyampaikan kebohongan. Green hotel tidak hanya sekedar hotel dengan dekorasi hijau atau dinding yang penuh dengan tanaman. Green hotel adalah konsep hotel yang tidak memberikan dampak yang merugikan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Anda dapat memulai untuk mengimplementasikan rekomendasi yang kami berikan pada green hotel yang Anda miliki untuk mencegah praktik greenwashing.

0 Comments

Leave A Comment

Your email address will not be published.