Prediksi Perkembangan Dunia Online Travel dalam 5 Tahun ke Depan

shutterstock_401496622

Siklus wisatawan:
Tahap Inspirasi → Tahap Perencanaan → Tahap Reservasi → Berada di Tujuan → Post-destinasi

Sejak awal perkembangan internet, perusahaan teknologi hanya dapat ‘bermain’ di tahap-tahap tertentu saja dalam siklus wisatawan secara keseluruhan. Kecilnya area yang dapat dikelola oleh perusahaan teknologi dicerminkan dari fakta bahwa kebanyakan perusahaan teknologi hanya dapat mendapatkan keuntungan dari Tahap Reservasi saja; dan jarang dari tahap-tahap lainnya dalam siklus wisatawan. Mereka biasanya mendapatkan komisi sebesar 10-35% dari setiap transaksi dalam tahap tersebut. Beberapa perusahaan teknologi memang sudah berusaha untuk masuk ke tahap-tahap lainnya, namun kebanyakan belum mencapai keberhasilan karena perencanaan yang kurang matang. Di sini saya ingin mengelaborasikan mengenai prediksi saya terhadap perkembangan dunia online travel dalam lima tahun ke depan.

Tahap Inspirasi & Post-destinasi

Jumlah like pada Instagram dan Facebook telah mengubah dunia travel, terutama di Tahap Inspirasi dan Post-destinasi. Keberadaan smartphone dan kamera yang kini mudah diakses oleh berbagai kalangan membuat semua orang ingin berbagi momen-momen indah dalam liburan mereka dengan koneksi internet yang tersedia hampir di seluruh jenis penginapan. Foto yang dibagikan melalui social media menjadi sesuatu yang secara tidak langsung mempengaruhi alam bawah sadar kita untuk tertarik mengunjungi suatu lokasi. Ini menunjukkan bagaimana social media secara umum berpengaruh kepada dunia travel.

Selain social media, sistem rating di internet juga sangat mempengaruhi dunia travel masa kini. Banyak hotel kemudian berlomba-lomba untuk mendapatkan rating tertinggi di situs-situs yang memiliki sistem rating, seperti TripAdvisor dan online travel agents (OTA). Namun demikian, rating yang diberikan oleh seorang tamu kepada hotel tempat ia menginap sebenarnya sangat bersifat subjektif. Sebagai contoh, seseorang bisa saja memberi rating negatif pada suatu hotel yang terletak dekat dengan klub malam karena ia bepergian dengan keluarganya. Di sisi lain, hotel ini dinilai dengan rating tinggi oleh wisatawan lain yang menyukai hiburan malam. Hal ni memperlihatkan bahwa review dan rating yang diterima oleh suatu hotel sebenarnya sangat personal dan tergantung pada reviewer itu sendiri.

Namun bagaimanapun juga TripAdvisor masih akan tetap menjadi platform review yang bertahan cukup lama kedepannya. Mekanisme lain untuk mempengaruhi orang lain untuk menginap di suatu hotel selain dengan membaca review online sepertinya masih jauh untuk ditemukan. Tahap inspirasi masih didominasi oleh kegiatan mencari informasi melalui situs-situs review dan rekomendasi orang lain yang ditulis dalam berbagai media di internet. Social media juga masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi seseorang untuk mengunjungi destinasi tertentu. Jumlah like pada Instagram dan Facebook juga masih menjadi aspek yang penting yang bisa membuat orang tertarik untuk ikut mengunjungi suatu tempat.

Satu hal yang bisa kita harapkan dari lima tahun ke depan dalam hal ini adalah mekanisme yang lebih baik dalam situs-situs review yang telah ada. Semakin banyak jumlah review yang didapatkan suatu situs, maka mekanisme yang dimiliki situs tersebut juga seharusnya semakin bagus dalam memastikan bahwa review yang ada benar-benar valid dan membantu. Teknik analisis data yang semakin canggih pun membuat eliminasi terhadap review-review palsu menjadi semakin mudah.

Tahap Perencanaan

Kebanyakan wisatawan akan secara otomatis merencanakan kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan ketika berencana untuk mengunjungi suatu tempat. Sebagai contoh, ketika Anda berencana untuk mengunjungi Singapura maka biasanya Anda akan berencana untuk mengunjungi Marina Bay Sands, Universal Studios dam Gardens by The Bay dalam kunjungan Anda. Meski demikian, tiket masuk ataupun biaya-biaya yang mungkin diperlukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut biasanya tidak akan langsung dibeli. Kebanyakan wisatawan bakan memprioritaskan akomodasi dan transportasi sebagai prioritas utama yang harus segera dibeli. Ini menunjukkan bahwa Tahap Perencanaan sebenarnya didominasi dengan pembelian tiket untuk transportasi dan akomodasi.

Dimulai dari sekitar dua tahun lalu, dengan adanya Google Flights dan Google Maps maka masalah ini sedikit demi sedikit mulai terurai. Dua perusahaan tersebut adalah satu-satunya perusahaan yang memiliki akses informasi yang lengkap untuk memutus mata rantai yang panjang dalam Tahap Perencanaan ini. Aplikasi-aplikasi tersebut menggabungkan informasi mengenai destinasi wisata dengan informasi mengenai transportasi yang bisa dimonetisasi dengan adanya Google Flights. Hal ini memutus mata rantai dalam Tahap Perencanaan di mana wisatawan bisa merencanakan aktivitas di tempat wisata sembari memesan tiket transportasi untuk menuju destinasi tersebut.

Dalam lima tahun ke depan, kita akan akan melihat kemudahan untuk melakukan hal-hal di atas dengan bantuan Chat-bots. Ini tentu akan membuat segala proses menjadi lebih mudah dan lebih efisien. Selain itu, dalam lima tahun ke depan kita juga akan melihat pertumbuhan penggunaan Google My Business untuk membuat informasi yang tersedia dalam Google Flights dan Google Maps menjadi lebih relevan. Hal ini tentu masuk akal karena Google membutuhkan lebih banyak perusahaan yang berhubungan dengan dunia travel untuk lebih terlihat di dalam proses ini. Pilihan untuk meningkatkan penggunaan Google My Business pada perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan dunia travel menjadi pilihan yang tepat karena platform ini memfasilitasi bisnis-bisnis tersebut untuk bisa tampil melalui integrasi dengan Google Maps dan Google Search.

Tahap Reservasi

Penerbangan dan akomodasi umumnya menjadi dua hal yang pertama kali dibeli oleh para wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata. Para wisatawan pada umumnya tergerak untuk melakukan early-booking karena tawaran diskon dan harga khusus bagi pelanggan yang memesan jauh hari. Tren penerbangan murah dan perang diskon di antara maskapai penerbangan membuat wisatawan melihat ini sebagai celah yang menguntungkan dan membuat mereka memilih untuk melakukan pembelian terhadap dua item ini sebelum hal lainnya.

Saat ini Expedia dan Priceline merupakan dua perusahaan yang mendominasi pasar dalam tahap ini; dan bahkan Google pun mulai bergerak untuk memasuki tahap ini dengan diluncurkannya Google Flights. Kemampuan untuk menampilkan ragam harga yang mendetail serta opsi hotel yang tersedia pun sudah ada dalam Google Search. Hal ini memperlihatkan ketatnya persaingan dari perusahaan-perusahaan di atas untuk menguasai pasar. Namun demikian, dalam lima tahun ke depan kita akan melihat bahwa model harga ‘pukul rata’ tidak akan menjadi metode yang dipakai oleh kebanyakan hotel. Kenaikan terhadap ragam harga yang ditawarkan kepada konsumen akan semakin tinggi karena hotel akan menyesuaikan harga yang mereka tawarkan dengan sasaran wisatawatan yang mereka ingin capai. Dengan demikian, harga yang konsisten dalam berbagai platform distribusi akan dilihat sebagai hal yang tidak lagi penting dalam dunia perhotelan lima tahun ke depan.

Berada di Tujuan

Wisatawan masa kini sudah terbiasa untuk mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan melalui smartphone yang mereka punya. Para wisatawan akan mencari informasi mengenai tujuan wisata, ATM terdekat, rekomendasi kuliner, akses transportasi yang tersedia; pada dasarnya segala hal tentang suatu destinasi wisata yang mereka kunjungi. Beberapa wisatawan bahkan mengontak guide lokal melalui social media jauh hari sebelum mereka sampai di tujuan wisata yang mereka kunjungi. Ini adalah bentuk nyata dari kegiatan wisata modern saat ini.

Dalam lima tahun mendatang, Google Trips dan Google My Business akan menjadi pemain utama dalam tahap ini. Kemampuan Google Trips untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan wisata Anda menjadi alasan utama mengapa aplikasi ini akan menjadi sesuatu yang benar-benar berkembang dalam lima tahun ke depan. Google Trips memiliki kemampuan yang sangat luas, meliputi melakukan proses reservasi untuk transportasi dan akomodasi Anda, hingga menyediakan informasi mengenai kegiatan apa saja yang bisa Anda lakukan di destinasi tersebut. Sebagai contoh, ketika Anda berkunjung ke Paris maka Google Trips bisa memberikan rekomendasi kedai yang menyediakan Creme Brulee terlezat yang berada dekat dengan penginapan Anda. Mudah, bukan?

Sedangkan untuk Google My Business, fungsi utamanya untuk mendorong bisnis-bisnis untuk memiliki online presence yang lebih baik merupakan alasan utama mengapa platform ini akan berkembang dengan cepat dalam lima tahun ke depan. Dengan lebih banyak bisnis yang bergabung, maka Google akan dapat menyediakan ragam informasi yang lebih relevan dan lengkap pula. Dan dengan lebih banyak bisnis yang memiliki online presence, maka konsep online to offline commerce (O2O) pun akan lebih mudah diaplikasikan ke depannya.

Jadi, apa yang menurut Anda akan terjadi dalam lima tahun ke depan? Dalam dunia internet yang penuh dengan perubahan, semua hal dapat terjadi. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan tentunya adalah melengkapi bisnis Anda dengan rencana yang tepat pula. Perubahan memang bukan hal yang harus ditakuti, namun tentu bukan berarti Anda tidak perlu bersiap-siap.

Larry Chua – Caption Hospitality Co-Founders

0 Comments

Leave A Comment

Your email address will not be published.